Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Umum’ Category

KEUNGGULAN INTEGRITAS

(Andrian Gostik dan Dana Telford)

Kami tidak mengenal siapa dan orang mana Andrian Gostik & Dana Telford, tetapi dalam disposisi surat yang masuk ke meja redaksi berasal dari nama tersebut. Isi suratnya cukup panjang dengan judul sangat singkat seperti tertulis di atas. “INTEGRITAS”. Satu kata banyak mengandung arti dan sarat dengan makna. Integritas menurut kang mas Purwadarminta adalah kata benda : yang berarti kesempurnaan, kesatuan, keterpaduan, ketulusan. Semua arti kata itu tepat sekali mendukung pembentukan sosok pribadi manusia sesuai yang diharapkan yaitu manusia yang “paripurna” atau secara sederhananya ialah manusia yang penuh dengan “kemuliaan”.

Kata Inegritas seringkali digunakan sebagai landasan/acuan untuk melahirkan sebuah petuah atau pepatah dari manusia/orang-orang yang sudah dianggap sempurna baik secara mental maupun sepiritual, karena itu kata Integritas sudah melekat pada pribadi orang-orang yang “arif dan bijaksana” yang dalam kehidupan kesehariannya mampu menjadi sosok manusia anutan dan sebagai panutan, atau sebagai tuntunan, bukan tontonan. Sosok manusia seperti itu sangat jarang dijumpai, bahkan mungkin tidak ada, apalagi dijaman seperti sekarang ini. Pribadi-pribadi yang memiliki Integritas barangkali hanya ada pada sosok seorang Nabi dan Rasul. Kata Integritas menjadi petuah untuk membentuk manusia-manusia seperti itu, baik secara individu maupun kelompok, bagi para pejabat maupun bukan, bagi simiskin maupun sikaya, bagi seorang presiden sekalipun. Kata Integritas cocok dan relevan dengan  kondisi bangsa Indonesia yang sedang berbenah diri melalui good governance dan clean government.  Sayangnya kita sendiri seringkali pandai mengambil kata itu hanya sebagai pajangan yang melahirkan dalil-dalil akal  (dalil aqli) sehingga terkesan menjadi akal-akalan. Padahal jika disimak baik-baik, kata Integritas itu sudah jelas “nasNya”  dari kitab-kitan suci buatan Tuhan, dan pegangan para nabi. Yang penting bagi kita sekarang ini adalah membuat komitmen (individu/kelompok) mau nggak.. mengadakan “perubahan” menjadi manusia..? Sekarang, bukan besok atau lusa. Kewajiban kami dari redaksi hanya menyampaikan. Karena kami tau tujuannya sangat baik dan mulia. Oleh karena itu  simaklah baik-baik di bawah ini.

Andrian Gostik & Dana Telford hanya seorang penemu teori ini, bukan dan belum tentu mampu melakukannya. Ada 10 karakteristik yang secara konsisten diperlihatkan oleh orang-orang dengan integritas. Integritas adalah konsistensi antara tindakan dan nilai. Orang memiliki integritas hidup sejalan dengan nilai-nilai prinsipnya. Kesesuaian antara kata-kata dan perbuatan merupakan hal yang esensial.

Jika setiap orang tidak lagi memegang kata-katanya, hubungan fundamental yang berkaitan dengan kepercayaan, seperti perkawinan dan keluarga, berada diambang kehancuran. Jika perusahaan tidak lagi menghormati segala komitmennya, tidak mungkin perdagangan berkembang, karena pada dasarnya kontrak, dimana salah satu pihak menyediakan barang dengan keyakinan bahwa pihak lain akan memberikan kompensasi dimasa depan, tidak terjadi jika janji-janji selalu diingkari.

Ke 10 Karakteristik Integritas itu :

  1. Anda menyadari bahwa hal-hal kecil itu penting.
  2. Anda menemukan yang benar (saat orang lain hanya melihat warna abu-abu
  3. Anda bertanggung jawab.
  4. Anda menciptakan budaya kepercayaan.
  5. Anda menepati janji.
  6. Anda peduli terhadap kebaikan yang lebih besar.
  7. Anda jujur namun rendah hati.
  8. Anda bertindak bagaikan tengah diawasi.
  9. Anda mempekerjakan integritas.
  10. Anda konsisten.

Karakteristik Integritas :

  1. Anda menyadari bahwa hal-hal kecil itu penting
  2. Agar memiliki keunggulan integritas, anda tidak boleh berbohong dalam hal-hal kecil; dan sebagai hasilnya, anda tidak akan tergoda oleh hal-hal yang lebih besar- kekuasaan, prestise, atau uang. Hal yang juga penting, sebagai morang yang berintegritas, anda setia pada nilai moral internal anda, bahkan bila itu berarti anda harus berhadapan dengan resiko kehilangan tempat yang nyaman di dunia.

  3. Anda menemukan yang benar (saat yang lain melihat warna abu-abu).
  4. Untuk mendapatkan keunggulan integritas, anda tidak boleh mengambil keputusan sendiri. Anda mengajukan pertanyaan, menerima saran, berefleksi, dan melihat jauh ke depan. Ringkasnya, pastikan bahwa anda mengambil keputusan yang tidak bertentangan dengan kode integritas pribadi.

  5. Anda bertanggung jawab.
  6. Untuk memiliki keunggulan integritas, anda sadar bahwa pencarian integritas merupakan bagian yang integral dari kepemimpinan. Anda bersikap terbuka dan jujur, mengungkapkan cerita yang baik maupun yang buruk secara lengkap. Anda berbagi semua informasi penting, tidak hanya informasi yang menguntungkan anda. Anda mengaku ketika berbuat salah, meminta maaf, dan memperbaikinya.

  7. Menciptakan budaya kepercayaan.
  8. Dengan memiliki keunggulan integritas, Anda membantu menciptakan lingkungan kerja yang benar, yakni lingkungan yang tidak menguji integritas pribadi karyawan atau rekan kerja anda. Anda memperkuat integritas itu melalui prinsip, control, dan teladan pribadi. Dan Anda memberikan penghargaan pribadi dalam segala tindakan mereka.

  9. Anda menepati janji.
  10. Karyawan tidak akan mengikuti kata-kata pemimpin yang tidak mereka percayai. Atasan tidak akan mempekerjakan atau mempromosikan pekerja yang tidak mereka percayai. Klien tidak akan membeli produk dari pemasok yang tidak mereka percayai. Untuk memperoleh keunggulan integritas, Anda perlu berlaku penuh integritas, guna memperoleh kepercayaan.

  11. Anda peduli terhadap kebaikan yang lebih besar
  12. Untuk memiliki keunggulan integritas, Anda berkomitmen sangat kuat untuk memberikan keuntungan terhadap organisasi tempat anda bernaung. Anda memedulikan perusahaan, produk, serta layanan anda, dan khususnya rekan satu tim anda. Melalui kerja, Anda memperoleh perasaan tentang adanya tujuan yang lebih dalam.

  13. Anda jujur namun rendah hati.
  14. Untuk memiliki keunggulan integritas, anda tidak memproklamasikan kebaikan atau kejujuran anda. Itu seperti menyombongkan kerendahan hati. Anda seharusnya membuat tindakan anda berbicara lebih keras daripada kata-kata.

  15. Anda bertindak sebagai sedang diawasi.
  16. Untuk memiliki keunggulan integritas, anda perlu berfikir bahwa setiap tindakan anda selalu diawasi. Anda perlu memastikan bahwa integritas anda itu diteruskan ke generasi-generasi mendatang melalui teladan yang anda berikan.

  17. Anda mempekerjakan Integritas.
  18. Untuk memiliki keunggulan integritas, anda perlu mempekerjakan dan mengelilingi diri anda dengan orang-orang berintegritas tinggi. Anda mempromosikan orang yang memperlihatkan kemampuan untuk dipercaya.

  19. Anda konsisten.
  20. Untuk memiliki keunggulan integritas, anda harus memiliki konsistensi dan keterdugaan etis. Hidup anda mencerminkan keutuhan dan keselarasan antara nilai dan tindakan anda.

Memperkuat Posisi Anda

Integritas individual terbukti saat kita memilih untuk melakukan apa yang benar, tak peduli konsekwensinya : opini orang, kekayaan, ketenaran, atau kekuasaan. Untuk memeperoleh keunggulan integritas, disarankan anda mengikuti empat langkah berikut :

  1. Carilah waktu luang pribadi : carilah waktu yang tidak terganggu oleh apapun untuk melakukan evaluasi diri yang serius. Akan sangat menolong bila anda melakukannya dalam suasana yang tenang, seorang diri dan tidak merasa terburu-buru.
  2. Carilah opini ke dua….dan ke tiga : Tuliskan nama orang yang anda percayai secara tersirat dan secara total. Siapakah orang yang anda cari disaat krisis besar melanda dan anda memerlukan bantuan financial serta emosional? Siapakah orang yang anda anggap tidak akan pernah memanfaatkan diri anda, bahkan pada saat anda berada pada keadaan paling rentan ? Siapakan yang anda percayai untuk membimbing diri anda melalui keputusan yang sulit.? Tugas anda selanjutnya adalah menghubungi orang-orang yang ada dalam daftar itu dan mencari umpan balik integritas anda dari mereka.
  3. Evaluasilah lingkungan anda : Jika anda dikelilingi oleh orang yang sakit secara moral, sulit bagi anda untuk menjadi lebih baik. Luangkan waktu untuk mengevaluasi kesehatan etis dari organisasi tempat anda bernaung. Mulai dengan atasan rekan-rekan sekerja, maupun bawahan anda. Apabila organisasi belum menghargai integritas maka ada dua pilihan a) bekerja keras mengubah lingkungan kerja itu (Ini merupakan cara yang paling efektif jika anda mempunyai posisi yang berpengaruh). b) Keluar dari organisasi itu.
  4. Mulailah revolusi diri : Jika anda seperti kebanyakan orang lain, anda akan memiliki daftar panjang tentang hal-hal yang ingin diubah. Jangan pernah berfikir untuk merubah semua hal itu secara bersamaan. Sebaiknya pilih dua saja. Yang pertama adalah hal yang akan ingin anda kerjakan secara berbeda, sementara yang satunya adalah hal yang tidak ingin anda kerjakan lagi.

Sebab contoh daftar itu bisa tampak seperti ini :
1)      Saya akan menyelesaikan tugas tepat waktu dan memegang perkataan saya.
2)      Saya tidak lagi mengabaikan e-mail atau SMS/Pesan yang masuk ke telepon saya.

Demikian semoga satu diantara sekian banyak criteria itu ada yang nyangkut di diri anda. Selamet berjuang semoga bermanfaat.(Fdl).

Iklan

Read Full Post »

Doaku malam ini

Hellow….,  ini dunia fren.
Ini bukan surga, sehingga yang benar harus tegak, dan bukan neraka sehingga yang salah harus dihukum.

Ini dunia, banyak setan, but eits, tidak sedikit juga malaikat.
Setan dan malaikat selalu mengarahkan kita untuk mengikutinya.
Mau ke kiri, ke kanan, lurus, belok, hadap, balik, itu pilihanmu. Itu keputusanmu.

Dunia ya, begini. Sulit, susah, gelisah, galau, senang, happy, tentram, semuanya kumpul. Kalau surga, mah, semua yang happy dan menentramkan.
Dan kalau neraka, ya…., semua yang menyengsarahkan dan menyakitkan.
Jadi jangan pernah berharap hidup kita akan selalu seperti yang kita mau, happy-happy dan tentram.

Gelisah/galau dan happy alias tentram itu diciptakan. Bukan datang dengan sendirinya.
Kitalah yang menciptakan. Keadaan boleh sulit, tapi hidup harus happy.

Zaman serba maju begini, otomatis permasalahan hidup semakin kompleks.
Jadi jangan anggap permasalahan itu adalah masalah.

Eh, lu dari tadi, ngomong gampang aja, aplikasinya fren. Mana?

Ini loh, maksudku, aku sedang menasehati diriku. Bahwa, besok dan besok seterusnya, menata diri adalah pekerjaan sulit yang harus ku lakukan. Pokoknya HARUS!

Walaupun susah, perasaan gak enak, yakinlah bahwa TUHAN itu SELALU HADIR. DIA maha penolong lagi maha mengasihi.
So, atuh…..jangan sok selesaikan masalahmu, sabar dan shalat adalah penolongmu. begitchu kataNYA.

ya ALLAH, lindungi aku dari kezaliman dan menzalimi, dari fitnah dan memfitnah, serta dari salah dan menyalahkan. Amiiin
darifitnahdanmemfitnah

Read Full Post »

Kalau saja Sri Mulyani tidak mengundurkan diri, mungkin Anggito Abimanyu segera dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu). Sayang sekali, Sri Mulyani mengundurkan diri, dan Presiden mengangkat seorang laki-laki sebagai Menteri. Dengan pertimbangan jender, Anggito harus ikhlas untuk mengalah, karena posisi Wamenkeu haruslah diisi seorang perempuan, yang akhirnya disandang Anny Ratnawati.

Simpang siur alasan kemunduruan Anggito dari Kementerian Keuangan jelas sudah setelah pertemuannya dengan Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, kemarin. Dalam statemennya di stasiun televisi, Hatta mengungkapkan karena pertimbangan jender Anggito batal dilantik, bukan politik dan lain sebagainya sebagaimana opini publik yang berkembang.

Anggito Abimanyu seorang profesional ekonomi dari UGM, pada 6 Januari 2010 menandatangani pakta integritas dan kontrak kerja sebagai Wakil Menteri Keuangan. Namun, SK Presiden untuk mengangkatnya sebagai wakil menteri tak kunjung hadir karena Anggito belum memenuhi syarat memiliki pangkat eselon 1 A sebagai syarat untuk menjadi wakil menteri.

Lima bulan berlalu, Anggito mengatakan dirinya secara administrasi telah memenuhi persyaratan yang diperlukan itu. Namun, bak disambar petir disiang bolong, bukannya dirinya yang menerima SK atau panggilan dari Cikeas, melainkan Anny Ratnawati, perempuan yang pernah menjadi penguji disertasi doktoral SBY.

Kebijakan afirmatif SBY, menurut saya, bukan saja bentuk inkonsistensi Presiden karena telah memberikan pakta integritas bahkan juga kontrak kerja kepada Anggito untuk disepakati, tetapi juga bentuk disrkiminasi jender dan melanggar hak asasi seorang Anggito. Tidak bisa dibenarkan karena pertimbangan afirmatif atas jender, Presiden lantas meminggirkan Anggito yang secara profesional mungkin kapasistasnya sama atau bahkan sedikit diatas Anny Ratnawati. Sungguh tidak adil.

Ide awal kesetaraan jender dengan afirmatif menurut saya seharusnya tidak dilakukan, kecuali skor keduanya (laki-laki dan perempuan) secara kualitas seri. Walaupun Anggito dan Anny, secara kualitas seri, namun Presiden tidak serta merta harus membatalkan hak Anggito. Karena Presiden telah memberikan kontrak kerja dan pakta integritas untuk Anggito setujui.

Akhirnya, maafkanlah kami perempuan, Anggito, bukan maksud kami menendang hakmu, tapi kesetaraan jender di negeri ini betul-betul telah kebablasan. (***)

Read Full Post »

Facebook Penyebab Perceraian

Data dari Kementerian Agama RI, tercatat ada 250 ribu kasus perceraian di Indonesia pada 2009, atau 10 % dari jumlah pernikahan yakni 2,5 juta. Menurut Direktur Bimbingan Islam Kementerian Agama, Nasaruddin Umar, ada 14 faktor penyebabnya, diantaranya cerai karena pilkada dan politik, perselingkuhan oleh istri yang jumlah melonjak tajam, menikah dibawah umur dan KDRT.

Sementara itu, di Banyuwangi dalam dua tahun terakhir, 75 persen perceraian disebabkan perginya salah satu pasangan ke luar negeri menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI). Jika Istri yang berangkat, suami berselingkuh karena tidak terpenuhi kebutuhan batinnya. Sebaliknya, jika suami yang berangkat, kemungkinan besar perceraian disebabkan tidak bertanggung jawabnya suami dalam pemberian nafkah.

Sedangkan dari Pengadilan Agama Semenap dikabarkan, data hingga pekan ketiga bulan Februari 2010, angka perceraian mencapai 248 perkara. Dari fakta persidangan terungkap penyebabnya adalah perselingkuhan melalui teknologi komunikasi telepon genggam (HP) dan facebook. Hal yang sama pernah terjadi di Arab Saudi tahun 2006, saat chatting di internet menjadi tren komunikasi.

Penelitian yang dilakukan Putri Dr Jauharah binti Fahd bin Al-Saud menyebutkan, 57,2 persen dari duda cerai dan 63 persen dari janda cerai mengakui bahwa chatting di alam maya sebagai penyebab keretakan rumah tangga mereka.

Kiranya menjadi instropeksi buat kita semua khususnya yang sudah memiliki pasangan, untuk senantiasa kembali ke niyat awal pernikahan. Wallahu’alam… (***)

Read Full Post »

Agar Tidak Bosan

Terkadang kita mengalami kebosanan dalam menjalani rutinitas. Tidak ditempat kerja, dirumah apalagi.
Dari pagi kembali pagi itu2 mulu yang kita lakukan. Agar tidak bosan, cobalah merunut dengan teori ilmu makan nasi.

Setiap hari kita makan nasi, tapi tidak pernah bosan. Mengapa? Karena lauk dan sayurannya berganti2.
Untuk itu agar rutinitasmu tidak membosankan, gantilah dengan sesuatu yang baru didalamnya.

Kalau membangunkan anak setiap pagi dengan berteriak, cobalah dengan memutar musik yang kencang. Kalau mengantar anak ke sekolah dengan mobil atau motor, cobalah dengan sepeda atau becak. Kalau di kantor biasanya mengetik depan komputer dengan duduk, cobalah dengan berdiri.
Kalau makan dengan pasangan biasanya di ruang makan di meja makan, cobalah di ruang tengah depan TV. Kalau berangkat kantor biasanya dengan sepatu, cobalah dengan sendal, sepatu di tenteng sampai kantor baru ganti dengan sepatu. Kalau biasanya menghadapi kemacetan dengan musik/bernyanyi, cobalah dengan membaca syair/berpuisi.

Kalau masih bosan juga, cobalah bermain permainan kesukaanmu ketika kamu masih kecil, seperti monopoli, halma, kelereng, loncat tali atau apa saja. Yang pasti, gantilah kebiasaan tanpa menghentikan rutinitas. Bosan adalah kondisi dimana kita menginginkan perubahan, menginginkan hal yang baru. Sedang rutinitas adalah tanggung jawab karena kita telah berkomitmen.
So, jangan menghentikan rutinitas dengan alasan bosan.

Teorinya sih begitu. Sejauh ini belum dipraktekan karena belum mengalami kebosanan
Semoga bermanfaat.
🙂

Read Full Post »

Setiap pahlawan besar yang lahir pasti ada pahlawan lain dibelakangnya yang menyokong dan mensupport semangat kepahlawanannya. Tapi sang hero dibelakang layar ini tak pernah menjejakkan kaki di ruang publik. Yah, invisible hero ini tak lain adalah sosok lemah lembut namun penuh keajaiban yaitu perempuan.

Seorang Umar bin Khathab yang gelegarnya membuat ciut nyali setan tak berkutik ketika dihadapan sang istri, dia berubah menjadi anak kecil yang manja, anak kecil yang merengek-rengek minta bermain, anak kecil yang kembali mengumpulkan semangat dari muara kesejukkan setelah terkuras habis di luar sana. Beliau berkata “Aku adalah lelaki dewasa ketika berperang di jalan Allah, tapi aku tak layaknya anak kecil yang manja ketika dihadapan istriku”.

Umar bin Abdul Aziz juga merasa selalu kehabisan amunisi bila tak bercengkrama dengan istrinya. Seorang lelaki dewasa yang pergi keluar rumah untuk berjihad di jalan Allah akan berhadapan dangan segala bentuk formalitas dunia. Di tempat kerja ia mau nggak mau harus ja’im dan menjaga kewibawaan, atau dalam kongkow sama temen-teman. Ada sesuatu yang nggak perlu ia umbar di ruang publik dari dirinya. Dan itu melelahkan, sangat membabat habis psikis dan fisiknya.

Ketika kembali ke rumah bertemu istri atau ibu, ada oase menunggu sangat segar dan berkilau, kita lepas semua topeng dan atribut konsumsi dunia. Si lelaki merasa bukan siapa-siapa, ia tak perlu takut kehilangan identitas, ia umbar segala rahasia diri dengan bebas sebebas-bebasnya. Dan istri-istrinya berlaku bak seorang pembimbing dan penasehat kepada anak kecil yang manja tanpa ia takut terpublikasikan ke umum.

Bermain, tertawa, bercengkarama dengan para pahlawan dibalik layar ini mengembalikkan semua energi yang terkuras. Ia mengumpulkannya kembali dengan dibantu kelembutan istrinya. Ia tinggal mendownload fitur-fitur terbaru untuk meng-upgrade langkahnya selanjutnya. Dan para perempuan menyiapkan semua itu dengan ikhlas, tanpa trial apalagi bayar:)

Siapa yang membangkitkan rasa percaya diri dan ketegaran Rasulullah SAW ketika di-sowani Jibril pada wahyu pertama ??? Kepada siapa Ibrahim begitu mempercayakan anaknya ketika meninggalkannya di tengah-tengah padang tandus kering kerontang meradang ??? Siapa yang menyetujui dengan ikhlas dan ridho agar Abu Bakar menghabiskan seluruh hartanya di jalan Allah ???

Mereka tak lain adalah pahlawan-pahlawan besar yang terus mendukung dengan mengeluarkan semua keajaibannya untuk para pahlawan publik. Pahlawan besar muncul dari pahlawan yang lebih besar. Itulah keajaiban perempuan di balik kelemahlembutannya. Subhaanallah

P.S. : Perempuan dan lelaki yang menyimpang dari jalan Allah tidak termasuk dalam objek tulisan. Itu mah lain kasus……:)

Read Full Post »

Diskusi dan Resep

Jangan sungkan untuk ajak ngobrol Tuhan. Jangan juga takut untuk membicarakan Tuhan. Baca Qur’an, shalat, dan dzikir habis shalat, kata Pak Ustadz, ada momen yang tepat untuk berdialog dengan Tuhan. “Tidak selalu”, kata Ade.

Kapanpun, dimanapun, dalam keadaan apapun diskusilah dengan Tuhan. DIA senang engkau menjadikanNYA teman, saudara, orang tua, apalagi kekasih. Biasanya kalau sama kekasih, suka ngaduh, ngeluh, bahkan menangis. Nah…sama Tuhan juga jauh lebih afdol.

Mau berbohong, ngobrollah denganNYA, “Tuhan, gue pengen bohongin ortu deh. Habisnya ortu pasti marah kalau gue jujur habis dugem, nih! Boleh ga, sih?”
“Boleh saja. Tapi nanti GUE potong lidahmu di neraka. Pilih mana, dimarahin ortu dosa dugemmu hilang, atau ga dimarahin ortu tapi lidahmu KUpotong di akhirat?” Jawab Tuhan demokratis.
“Ih… nggak ah. Emang enak lidah dipotong, mending ortu marah, paling besok sudah baik lagi”
Asii…ik terselamatkan.

Pengen kumpul sama teman-teman yang lagi menggunjingkan si A, si B, ngobrol lagi sama Tuhan.
Tuhan jawab, “Teman-teman kamu itu, nanti akan mencakari wajah dan dadanya sendiri dengan kuku yang terbuat dari tembaga. Elo mau?” lagi Tuhan kasih pilihan.
“Ih… nggak ah, mending bobo.”
Asii…ik terpelihara lagi.

Begitulah, kalau mau ngapa-ngapain, diskusi sama Tuhan, pamit sama Tuhan, insya Allah bisa terpelihara akhirnya terselamatkan.

Kisah lainnya:
Ada seorang pelacur, sebut saja Susi. Suatu hari Susi mendatangi Pak Ustadz karena ingin taubat, capek dengan yang diperbuatnya selama ini. Pak Ustadz cuma kasih satu resep yang tidak usah dibeli di apotik, gratis, lagi “mudah”. “Bacalah Laa ilaaha Illallah. Kemana dan kapan saja, juga mau bagaimana kamu, bacalah itu”, pesan pak Ustadz. “Itu saja pak ustadz? Saya engga perlu shalat? Saya pengen shalat, pak ustadz, tapi saya belum tahu berwudhu”, keluh dan paksa Susi.

“Ya.. itu saja. Nanti sebulan datanglah lagi padaku. Tapi, resepku itu kamu harus amalkan. Kamu boleh tetap melacur, tapi tidak boleh meninggalkan apa yang kusampaikan tadi”, lagi pesan Pak Ustadz menyarankan.
Susi senang. Ternyata mau jadi baik, tidak perlu repot-repot, tidak perlu shalat, tidak perlu meninggalkan pekerjaan lacurnya.

Hari pertama, hari kedua, dan seterusnya, Susi konsisten dengan Laa ilaaha Illallah. Keluhnya dalam hati, “ternyata berat juga” . Walau berat Susi pantang mundur. Tidak terlewatkan kapan dan dalam keadaan apapun Susi komit melafadzkan Laa ilaaha Illallah, di hati bahkan dilidahnya kalau lagi sendirian.

Setiap ketemu “pelanggannya”, Tuhan Susi menonjok iblis Si bapak, Si buaya daratan. Begitu seterusnya, hingga Susi kehilangan “pelanggannya”, kehilangan pekerjaannya. Susi akhirnya dibukakan pintu hatinya oleh Tuhan untuk berjualan sembako dengan kios kecil-kecilan di rumahnya. Duit hasil lacurnya di sulap jadi kios.

Sebulan berlalu, Susi baru menyadari perubahan ini. Ada kerinduan ingin shalat. Lafadz Laa ilaaha Illallah, tidak pernah ditinggallkannya. Susi balik sama Pak Ustadz, karena sudah tidak tertahankan lagi kerinduannya ingin berjumpa dengan Tuhan. Pak Ustadz dengan penuh penghargaan dan rasa hormat memuji perubahan Susi. “Alhamdulillah. Baiklah, akan saya ajarkan kamu shalat.” Jawab pak Ustadz bangga. Susi pun bergembira lagi bahagia. Alhamdulillah, Subhaanallah, Allahu Akbar.

Read Full Post »

Older Posts »