Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Ibu dan Anak’ Category

RTXSIOP_232001

1

4

Perempuan dalam gambar-gambar ini adalah seorang anggota parlemen Italy bernama Licia Ronzulli, bersama putrinya Vittoria. Dia ingin sampaikan pada Parlemen, yang saat itu kebetulan sedang membahas usul untuk memperbaiki hak maupun kesempatan bagi perempuan untuk bekerja, betapa beratnya beban yang ditanggung kaum perempuan untuk menjalani karir sekaligus mengasuh anak. Vittoria putrinya dibawa ke dalam sidang-sidang Parlemen sejak berusia 1 bulan hingga 3 tahun.

Bagaimana dengan kita di Indonesia?
Penguatan perempuan di lembaga politik diharapkan bisa menjawab hak-hak perempuan di ruang publik.
Perempuan membawa anak ke kantor, hadir dalam rapat-rapat formal, maupun acara-acara resmi lainnya, mestinya mendapat apresiasi bukan sinis, sepanjang sang ibu bisa produktif dan anak bisa di handle.
Sebaliknya, larangan membawa anak ke kantor mestinya mendapat perlawanan, karena bagian dari pelanggaran hak anak dan ibu.

Pemerintah gencar kampanyekan ASI Ekslusif. Ini artinya, ibu dan anak tak boleh terpisah selama 6 bulan. Mestinya ini diiringi dengan dukungan legal formal, yakni ibu bekerja boleh membawa anak ke tempat kerja. Atau ibu bekerja akan mendapat bonus jika anak berhasil diberi ASI Ekselusif, dstnya, reward yang bisa menggairahkan ibu dan anak untuk tetap bersama.
Mengapa banyak ibu yang kurang peduli akan hak-hak si bayi? Tuntutan ekonomi atau sekadar aktualisasi diri, membuat si ibu tidak berdaya, sehingga harus memilih. Ibu multitasking, yang tidak memilih, melainkan melakukan beberapa hal dalam waktu yang bersamaan di ruang publik juga banyak.
Mestinya ibu-ibu multitasking menjadi inspiratif, sehingga tak ada waktu bagi ibu-ibu lainnya menuruti egoisme dan pesimisme, melainkan semangat dan bergairah dalam pemenuhan hak bayi/anak.

Alhamdulillah, aku bukanlah tipe ibu yang egois dan pesimis. Saat usia bayiku genap 40 hari, saat itu aku ada dinas beberapa hari di Bali, aku bawa bayiku.
Selanjutnya ketika usianya 5 bulan, aku ada dinas beberapa hari di Bandung, aku bawa bayiku. Hingga usianya 14 bulan, aku dinas di Batam, aku bawa si kecil, walaupun aku tahu saat itu masa ASI Ekslusif sudah lewat. Tentu aku selalu bawa pendamping, untuk teman berbagi mengasuh bayiku.

Yang kurasakan saat itu, anakku butuh ASI, bukan susu formula. Anakku butuh sentuhanku, bukan sentuhan siapapun, karena dia lahir dari rahimku. Hingga si kecil berusia 3 tahun, aku tetap memberinya ASI tanpa susu formula. Lidahnya sepertinya menolak aroma dan rasa Susu Formula.

Alhamdulillah, aku menikmati masa-masa kebersamaan kami. Aku sadar anak ini berhak atas nutrisi yang tepat dan kasih sayang dari ibunya.

Usia pra sekolah dan sekolah pun, aku berusaha melibatkannya dalam pekerjaanku. Namun, ketika rapat aku harus memisahkan diri darinya. Aku ragu, ada peserta rapat yang terganggu dengan kehadiran anak kecil. Namun, ketika anak menolak berpisah dariku dan menghampiriku di ruang rapat, aku tetap rapat dan merangkul anak, sehingga kami tetap sama-sama bisa produktif (aku tetap bisa konsentrasi rapat, dan si anak corat-coret atau asik dengan mainannya). Alhamdulillah sejauh ini semuanya berjalan baik.

Yang ingin ku sampaikan pada negara, jangan pisahkan ibu dan anaknya, khususnya anak usia 0 – 5 tahun. Bahkan diusia sekolah dasar pun, sepanjang ibu dan anak bisa bertanggung jawab, beri mereka kesempatan untuk bersama.

Perempuan butuh legalitas, agar beban hidupnya bisa dijawab hitam diatas putih bukan karena toleransi dan iba semata. Demikian, negara kalau mau lebih jaya, beri ruang buat ibu berkarya dan ibu mengasuh anak. Karena perempuan adalah tiang negara. Dan anak-anak yang cerdas dan bermartabat, hanya lahir dari pengasuhan ibu yang cerdas dan bermartabat pula.

sumber foto : http://www.fimadani.com/licia-ronzulli-anggota-parlemen-italia-yang-membawa-anaknya-bekerja/

Iklan

Read Full Post »

Ini diaryku, untuk Nabil putraku.

Aku menulis ini, aku ingin abadikan, sehingga kelak engkau dewasa engkau bisa membacanya. Mungkin laptop mama akan rusak. Mungkin juga server blog ini rusak. Tapi mudah-mudahan, pembaca ikut menshare sehingga abadi di server-server lain. Mudah-mudahan bisa bertahan sampai kau mengerti dunia blog (internet).

Nabil (LM. Nabil Asshiddiqie), aku tidak tahu engkau akan menjadi apa 20 atau 30 tahun ke depan. Harapanku, tentu sama dengan orang tua lainnya, engkau menjadi manusia yang berguna. Engkau selalu dalam pengasuhan dan didikanku, walau kadang ada waktu yang terlepas. Mama begitu mengenal karaktermu.

Yang kutahu saat ini, diusiamu yang keenam, terlalu banyak perubahan yang engkau sadari. Engkau sadar akan tingkahmu, nak. Namun kau tidak tahu kalau sebelum ini, kau berbeda. Setiap kita bercerita, setiap mama flashback akan kelakuanmu sebelum enam tahun, engkau tersenyum, dan kembali bertanya, “iyo kah ma?”

Sebelum enam tahun, kau jadi anak yang sangat penurut. Tidak boleh jajan (aku tidak pernah memberimu uang), tidak boleh makan snack, tidak boleh minum teh gelas, tidak boleh makan gula-gula (permen), tidak boleh makan indomie (mie instan), dan tidak boleh berbohong. Ini perintah yang kau sadari, dan kau turuti.

Kadang kau ingin mencicipi makanan-makanan itu, sehingga walau jarak dan waktu memisahkan kita, kau harus menelpon sekedar minta restu, dan mama bolehkan, tapi hanya sedikit.

Tapi sekarang, semua itu kau lakukan. Aku tidak tahu, apakah ini aksi balas dendammu karena mama represif? Walau begitu, semua mama masih anggap lumrah, karena engkau sedang tumbuh. Dan mama bangga, masih banyak yang positif yang kau lakukan.

Diusiamu yang keenam, engkau semakin menjadi pusat perhatian. Setiap yang mengenalmu, bahkan baru mengenalmu, selalu tersenyum bahkan ketawa menghadapimu. Engkau yang ramah (ini karaktermu sejak engkau mengenal orang), dan engkau yang pandai bercerita (ini karakter barumu), mengajak orang bercerita, atau diajak cerita orang. Aku tidak tahu, bagaimana engkau menjadi anak yang pandai bercerita. Kami orang tuamu, bukan pemberi gen suka bercerita. Aku dan papamu tidak suka bercerita, kecuali memang penting, atau ditanya. Tapi dirimu, selalu memulai percakapan dengan orang dewasa sekalipun. Dan karaktermu inilah yang membuat orang-orang selalu merindukan kehadiranmu.

Yang ku tahu saat ini, hidupmu semakin bergairah. Makanmu sangat lahap, saking lahapnya kita selalu bertengkar, karena mama selalu menghentikan keinginan makanmu.

Disaat bercerita kepada siapapun, engkau sangat ekspresif, sehingga mimikmu bercerita mampu meyakinkan orang-orang yang mendengarkan, walaupun mama tahu sebagian kau ngarang (mama tidak mau menyebutmu berbohong, engkau hanya sedang tumbuh, nak).

Engkaupun sangat terbuka. Setiap yang ada dipikiranmu, dihatimu, selalu engkau utarakan, tak ada yang tersimpan. Sampai-sampai gadis 5 tahun yang baru beberapa jam kau kenal di Bandung (24 Juli 2013), langsung kau ajak kawin (mati akal gw).

Yang membuatku makin bahagia, pikiranmu kadang 2 – 3 langkah ke depan untuk anak-anak seusiamu. Engkau kadang sudah mengakali jawaban apa yang akan diberi jika pertanyaannya menganggumu, atau bahkan tidak membuatmu nyaman. Itu kau lakukan ke orang lain, tidak ke mama (sepengetahuan, mama), karena begitulah cerita orang-orang ke mama.  Banyak cerita yang membuktikan itu, tapi terlalu pribadi, jadi biarlah mama simpan dan mudah-mudahan bisa mama share langsung padamu saat kau mengerti.

Ah, sudahlah! Yang ku tau saat ini, kau makin hebat. Tapi satu yang membuatku sangat terganggu, kau juga makin pelit. Aduh, ini penyakit yang sangat bebahaya, Mama anti manusia kayak begini. Tapi mudah-mudahan sifat ini hanya egomu karena faktor usiamu saja. Semoga engkau dewasa menjadi anak yang soleh, hidupmu penuh berkah, dan penuh perhatian pada sesama. Aamiin…

Read Full Post »

image002

Sejak berlakunya UU No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, berbondong-bondong daerah kemudian menerbitkan Perda untuk lebih melegitimasi (dalam arti sebagai peraturan operasional) salah satu pasal dalam undang-undang tersebut yang mengatur soal batas waktu pelaporan kelahiran serta akibat hukumnya jika tidak dilaporkan dalam jangka waktu tertentu.

Pada intinya, diatur bahwa pelaporan kelahiran yang melampaui batas waktu 60 (enam puluh) hari sampai dengan satu tahun sejak tanggal kelahiran, pencatatan dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan Kepala Instansi Pelaksana setempat berdasarkan penetapan pengadilan negeri.

Inilah awal munculnya salah satu “bencana” administrasi kependudukan. Betapa tidak, tarif yang ada di setiap pengadilan negeri berbeda-beda, mulai 150 ribu hingga 500 ribu, tergantung dengan siapa berurusan, dan lokasi tempat tinggal pemohon.

Bagi masyarakat kita yang cukup mampu, angka tersebut bukanlah hal yang sulit.  Termasuk dalam hal pemenuhan persyaratan berkas administrasi.  Namun lain cerita bagi rakyat kita yang memiliki kemampuan ekonomi terbatas. Alih-alih mampu memenuhi segala persyaratan pembuatan akta kelahiran, biaya kelahiran dan pasca kelahiran saja mereka harus memutar otak, banting tulang, peras keringat, agar semuanya bisa terpenuhi, itupun masih menggunakan jasa/pelayanan paling minimal, atau bahkan dibawah minimal.

Namun, alhamdulillah kini para orang tua bisa bernapas lega. Mahkamah Konstitusi dalam putusannya 30 April 2013 lalu, telah membatalkan norma yang mengatur pencatatan kelahiran yang melampaui batas waktu 1 (satu) tahun dilaksanakan berdasarkan penetapan pengadilan negeri  (Pasal 32 ayat (2) UU No. 23 tahun 2006).

Norma tersebut dianggap bertentangan dengan UUD N RI tahun 1945. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi berurusan dengan pengadilan, melaikan cukup berurusan dengan catatan sipil setempat.

Read Full Post »

Dari Yusuf Mansur Network

Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridlaan suami terhadap istrinya. Jikalau suamimu tidak ridla denganmu tidaklah akan aku doakan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah, bahwa ridla suami itu dari Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?

Ya Fathimah, apabila seorang perempuan mengandung janin dalam rahimny

a, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Apabila ia mulai sakit melahirkan, maka Allah mencatatkan untuknya pahala orang -orang yang berjihad pada jalan Allah yakni perang sabil. Apabila ia melahirkan, maka keluarlah dari dirinya dosa-dosanya seperti ketika ia di lahirkan. Dan apabila ia meninggal, tiadalah ia meninggal dalam keadaan berdosa sedikitpun

Kalau mau diukur dengan materi, berapa rupiah yang dikeluarkan sebuah hotel hanya untuk mengatur tata ruang, mencuci sprei, dan memasak? Apalagi ibu yang mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga, semestinya mendapat gaji yang besar. Sebagai informasi, menginap semalam saja disalah satu hotel di Bali, ada yang mematok harga Rp 10 hingga Rp 50 juta. Kalau diibaratkan rumah kita seperti hotel seperti dijelaskan di atas, maka ibu rumah tangga yang mengurusnya juga bisa dikatakan sebagai seorang profesional. Tinggal di sini kita harus mengasah diri dengan ilmu dan ketrampilan sehingga kita mampu membuat rumah kita bagai sebuah surga buat suami dan anak anak kita.

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu. Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang orang jahiliah yang dahulu…..(QS:Al-Ahzab:33).

Wanita pemimpin atas rumah suaminya dan atas anak anaknya (Muttafaqalaih).

Ayat dan hadits ini jelas sekali bahwa rumah adalah tempat yang terhormat bagi wanita. Karena dari rumahlah generasi-generasi Islam akan dibangun. Kokohnya suatu bangsa tergantung kokohnya keluarga. Maka tak sepantasnya rasa malu dan minder menghinggapi para ibu rumah tangga karena Allah telah menjamin pahala yang besar untuk mengganti kelelahannya.

Rasulullah SAW berkata pada anandanya untuk menghiburnya ketika melihat Fatimah bersedih dan hendak meminta pembantu untuk meringankan pekerjaan rumah tangganya. Jika Allah SWT menghendaki wahai Fatimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki di tuliskannya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh-Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat.

Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridlaan suami terhadap istrinya. Jikalau suamimu tidak ridla denganmu tidaklah akan aku doakan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah, bahwa ridla suami itu dari Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?

Ya Fathimah, apabila seorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Apabila ia mulai sakit melahirkan, maka Allah mencatatkan untuknya pahala orang -orang yang berjihad pada jalan Allah yakni perang sabil. Apabila ia melahirkan, maka keluarlah dari dirinya dosa-dosanya seperti ketika ia di lahirkan. Dan apabila ia meninggal, tiadalah ia meninggal dalam keadaan berdosa sedikitpun.(*)

Read Full Post »

Anakku dan Tuhanku

Nabil anakku,

Hari ini usiamu sudah 5 tahun 4 bulan. Mama ingat pertama kamu masuk sekolah, usia 4 tahun, kamu gelisah dan tidak mau ditinggal, hingga mama harus menunggumu terus di dalam kelas. Dua minggu mama tak sanggup. Engkau tak mau ditinggal, sampai-sampai mama jenuh harus menemanimu dalam kelas terus. Maafkan mama sayang. Mungkin belum waktunya kamu sekolah.

Akhirnya, genap usiamu 5 tahun, kembali mama memasukanmu sekolah. Sepertinya kurang dari seminggu mama cuma mengantar dan menunggumu di kelas. Minggu berikut, mama sudah menunggu diluar kelas. Bahagianya mama. Sebulan berjalan, akhirnya engkau cukup diantar dan dijemput, tak perlu ditunggui. Kembali mama bahagia sayang….terima kasih Allah, kesabaranku berbuah manis.

Malam ini engkau tertidur pulas. Bahagia melihatmu tumbuh dengan baik, sehat, dan penuh gairah. Bermain, makan, belajar, bercerita, semangatmu begitu penuh gairah. Mama sangat bahagia.

Nabil anakku sayang,

mama akan terus mendidikmu hingga engkau menjadi orang yang tepat menyelamatkan agama dan bangsa ini. Engkau patut mendapatkan kebaikan dari dunia ini, karena mama akan selalu membimbingmu dan Tuhan selalu bersama kita.

Nabil anakku sayang,

teruslah bercita-cita, teruslah berusaha menjadi yang terhebat, teruslah melihat jauh kedepan, tapi jangan lupa Tuhan dan Rosulmu, nak.

ya Tuhanku ya Allah,

jika sekiranya Nabil Asshiddiqie, anak yang engkau titipkan padaku, adalah rahmat dan anugerah untukku, jadikanlah ia rahmat dan anugerah untuk bangsa ini. Karuniakan kebaikan padanya, umur yang panjang, dan perilaku yang soleh.

ya Tuhanku ya Allah,

bimbing aku, hingga setiap ilmu yang kuajari padanya adalah ilmu-Mu, setiap makanan yang kuberikan padanya adalah rezeki yang halal, setiap teladan yang kupersembahkan padanya adalah perilaku-Mu.

ya Tuhanku ya Allah,

jagalah penglihatannya, pendengarannya, tangannya, kakinya, lidahnya, hingga ia menjadi anak yang taat pada-Mu, mencintai Rosul-Mu, dan menyayangi sesama. Terima kasih Tuhanku ya Allah karena selalu menjaga kami.

Semoga hidupmu panjang, bermanfaat dan bahagia selalu, nak. Aamiin…

Kendari, 08 Okt 2012

Read Full Post »

Bunda,
Menghadapi anak balita, jangan disamakan dengan menghadapi anak remaja ataupun rekan-rekan anda. Rasa juga pikir anak balita belum sempurna. Otak dan jiwa mereka belum terbentuk 100 persen. Tak ada yang salah dilakukan anak seusia balita, melainkan mereka sedang bereksperimen.

Bunda,
Jika anak anda sedikit “nakal”, misalnya ia melakukan yang anda tidak sukai, main kotor, merusak barang-barang dirumah, menghambur baju-bajunya dari lemari, atau kadang memasukan sabun ke bak mandi, biarkan ia menikmati itu. Jangan menegurnya apalagi mencegatnya. Biarkan ia melakukannya sampai selesai. Ajaklah ia untuk ikut serta menikmati hasilnya. Beritahu dia, karena kamu main kotor maka bajumu kotor, nak, dan nanti bernoda. Lihatlah nak, bukan saja bajumu yang kotor tapi badanmu juga bau sangat kecut, bikin bunda muntah (sambil sesekali dipraktekin mual2nya)

Bunda,
Beritahu si kecil, lihatlah nak baju-bajumu berhamburan dilantai, baju ini kalau dibiarkan dilantai, maka kucing/kecoa/tikus akan memakannya, sehingga dirimu akan kehilangan baju-baju kesayanganmu. Beritahu dia, jika ia memasukan sabun ke bak mandi, maka lihatnya nak, air di bak mandi menjadi kotor, air menjadi jelek. Kita ndak bisa mandi dengan air seperti ini.

Bunda,
Bukan pengorbanan membesarkan anak. Bukan pula kesabaran mengasuh si kecil. Tapi jadikan setiap detik adalah kebahagian, walau anda sedang diluar meninggalkannya dirumah.

Bunda,
Jangan berhenti untuk selalu minta pada-Nya, kemudahan dan bimbingan untuk membesarkan dan mengasuh anak anda. Mintalah kepada Sang Pemilik dunia ini untuk kebaikan dan keselamatan si kecil anak anda.

Selamat bermain dengan si kecil bunda….
Rabu, 24Nop2010

Read Full Post »

Bila Ibu Boleh Memilih

Anakku…
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar
karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu
Karena dalam mengandungmu
ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah
Sembilan bulan nak…
Engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata
Anakku…

Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasicaesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasasakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun
Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah…

Saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita
Rasulullah di telinga mungilmu
Anakku…

Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah,
atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu
dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu di dada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan
Anakku…

Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu
Tetapi anakku…
Hidup memang pilihan…
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak…
Maafkan ibu…

Ibunda
Kalau ibunda membelai rambutmu
Kalau ibunda mengusap keningmu, memijiti kakimu
Nikmatilah dengan syukur dan bathin yang bersujud
Karena sesungguhnya Allah sendiri yang hadir dan maujud

Kalau dari tempat yang jauh engkau kangen kepada ibunda
Kalau dari tempat yang jauh ibunda kangen kepada engkau,
Dendangkanlah nyanyian puji-puji tuk Tuhanmu
Karena setiap bunyi
Kerinduan hatimu adalah
Sebaris lagu cinta Allah kepada segala ciptaanNya

Kalau engkau menangis
Ibundamu yang meneteskan airmata
Dan Tuhan yang akan mengusapnya
Kalau engkau bersedih
Ibundamu yang kesakitan
Dan Allah yang menyiapkan hiburan-hiburan

Menangislah banyak-banyak untuk ibundamu
Dan jangan bikin satu kalipun ibumu menangis karenamu

(Cuplikan Dari Buku Ibu Catatan Harian Emha Ainun Nadjib)

Read Full Post »

Older Posts »