Feeds:
Pos
Komentar

(Andrian Gostik dan Dana Telford)

Kami tidak mengenal siapa dan orang mana Andrian Gostik & Dana Telford, tetapi dalam disposisi surat yang masuk ke meja redaksi berasal dari nama tersebut. Isi suratnya cukup panjang dengan judul sangat singkat seperti tertulis di atas. “INTEGRITAS”. Satu kata banyak mengandung arti dan sarat dengan makna. Integritas menurut kang mas Purwadarminta adalah kata benda : yang berarti kesempurnaan, kesatuan, keterpaduan, ketulusan. Semua arti kata itu tepat sekali mendukung pembentukan sosok pribadi manusia sesuai yang diharapkan yaitu manusia yang “paripurna” atau secara sederhananya ialah manusia yang penuh dengan “kemuliaan”.

Kata Inegritas seringkali digunakan sebagai landasan/acuan untuk melahirkan sebuah petuah atau pepatah dari manusia/orang-orang yang sudah dianggap sempurna baik secara mental maupun sepiritual, karena itu kata Integritas sudah melekat pada pribadi orang-orang yang “arif dan bijaksana” yang dalam kehidupan kesehariannya mampu menjadi sosok manusia anutan dan sebagai panutan, atau sebagai tuntunan, bukan tontonan. Sosok manusia seperti itu sangat jarang dijumpai, bahkan mungkin tidak ada, apalagi dijaman seperti sekarang ini. Pribadi-pribadi yang memiliki Integritas barangkali hanya ada pada sosok seorang Nabi dan Rasul. Kata Integritas menjadi petuah untuk membentuk manusia-manusia seperti itu, baik secara individu maupun kelompok, bagi para pejabat maupun bukan, bagi simiskin maupun sikaya, bagi seorang presiden sekalipun. Kata Integritas cocok dan relevan dengan  kondisi bangsa Indonesia yang sedang berbenah diri melalui good governance dan clean government.  Sayangnya kita sendiri seringkali pandai mengambil kata itu hanya sebagai pajangan yang melahirkan dalil-dalil akal  (dalil aqli) sehingga terkesan menjadi akal-akalan. Padahal jika disimak baik-baik, kata Integritas itu sudah jelas “nasNya”  dari kitab-kitan suci buatan Tuhan, dan pegangan para nabi. Yang penting bagi kita sekarang ini adalah membuat komitmen (individu/kelompok) mau nggak.. mengadakan “perubahan” menjadi manusia..? Sekarang, bukan besok atau lusa. Kewajiban kami dari redaksi hanya menyampaikan. Karena kami tau tujuannya sangat baik dan mulia. Oleh karena itu  simaklah baik-baik di bawah ini.

Andrian Gostik & Dana Telford hanya seorang penemu teori ini, bukan dan belum tentu mampu melakukannya. Ada 10 karakteristik yang secara konsisten diperlihatkan oleh orang-orang dengan integritas. Integritas adalah konsistensi antara tindakan dan nilai. Orang memiliki integritas hidup sejalan dengan nilai-nilai prinsipnya. Kesesuaian antara kata-kata dan perbuatan merupakan hal yang esensial.

Jika setiap orang tidak lagi memegang kata-katanya, hubungan fundamental yang berkaitan dengan kepercayaan, seperti perkawinan dan keluarga, berada diambang kehancuran. Jika perusahaan tidak lagi menghormati segala komitmennya, tidak mungkin perdagangan berkembang, karena pada dasarnya kontrak, dimana salah satu pihak menyediakan barang dengan keyakinan bahwa pihak lain akan memberikan kompensasi dimasa depan, tidak terjadi jika janji-janji selalu diingkari.

Ke 10 Karakteristik Integritas itu :

  1. Anda menyadari bahwa hal-hal kecil itu penting.
  2. Anda menemukan yang benar (saat orang lain hanya melihat warna abu-abu
  3. Anda bertanggung jawab.
  4. Anda menciptakan budaya kepercayaan.
  5. Anda menepati janji.
  6. Anda peduli terhadap kebaikan yang lebih besar.
  7. Anda jujur namun rendah hati.
  8. Anda bertindak bagaikan tengah diawasi.
  9. Anda mempekerjakan integritas.
  10. Anda konsisten.

Karakteristik Integritas :

  1. Anda menyadari bahwa hal-hal kecil itu penting
  2. Agar memiliki keunggulan integritas, anda tidak boleh berbohong dalam hal-hal kecil; dan sebagai hasilnya, anda tidak akan tergoda oleh hal-hal yang lebih besar- kekuasaan, prestise, atau uang. Hal yang juga penting, sebagai morang yang berintegritas, anda setia pada nilai moral internal anda, bahkan bila itu berarti anda harus berhadapan dengan resiko kehilangan tempat yang nyaman di dunia.

  3. Anda menemukan yang benar (saat yang lain melihat warna abu-abu).
  4. Untuk mendapatkan keunggulan integritas, anda tidak boleh mengambil keputusan sendiri. Anda mengajukan pertanyaan, menerima saran, berefleksi, dan melihat jauh ke depan. Ringkasnya, pastikan bahwa anda mengambil keputusan yang tidak bertentangan dengan kode integritas pribadi.

  5. Anda bertanggung jawab.
  6. Untuk memiliki keunggulan integritas, anda sadar bahwa pencarian integritas merupakan bagian yang integral dari kepemimpinan. Anda bersikap terbuka dan jujur, mengungkapkan cerita yang baik maupun yang buruk secara lengkap. Anda berbagi semua informasi penting, tidak hanya informasi yang menguntungkan anda. Anda mengaku ketika berbuat salah, meminta maaf, dan memperbaikinya.

  7. Menciptakan budaya kepercayaan.
  8. Dengan memiliki keunggulan integritas, Anda membantu menciptakan lingkungan kerja yang benar, yakni lingkungan yang tidak menguji integritas pribadi karyawan atau rekan kerja anda. Anda memperkuat integritas itu melalui prinsip, control, dan teladan pribadi. Dan Anda memberikan penghargaan pribadi dalam segala tindakan mereka.

  9. Anda menepati janji.
  10. Karyawan tidak akan mengikuti kata-kata pemimpin yang tidak mereka percayai. Atasan tidak akan mempekerjakan atau mempromosikan pekerja yang tidak mereka percayai. Klien tidak akan membeli produk dari pemasok yang tidak mereka percayai. Untuk memperoleh keunggulan integritas, Anda perlu berlaku penuh integritas, guna memperoleh kepercayaan.

  11. Anda peduli terhadap kebaikan yang lebih besar
  12. Untuk memiliki keunggulan integritas, Anda berkomitmen sangat kuat untuk memberikan keuntungan terhadap organisasi tempat anda bernaung. Anda memedulikan perusahaan, produk, serta layanan anda, dan khususnya rekan satu tim anda. Melalui kerja, Anda memperoleh perasaan tentang adanya tujuan yang lebih dalam.

  13. Anda jujur namun rendah hati.
  14. Untuk memiliki keunggulan integritas, anda tidak memproklamasikan kebaikan atau kejujuran anda. Itu seperti menyombongkan kerendahan hati. Anda seharusnya membuat tindakan anda berbicara lebih keras daripada kata-kata.

  15. Anda bertindak sebagai sedang diawasi.
  16. Untuk memiliki keunggulan integritas, anda perlu berfikir bahwa setiap tindakan anda selalu diawasi. Anda perlu memastikan bahwa integritas anda itu diteruskan ke generasi-generasi mendatang melalui teladan yang anda berikan.

  17. Anda mempekerjakan Integritas.
  18. Untuk memiliki keunggulan integritas, anda perlu mempekerjakan dan mengelilingi diri anda dengan orang-orang berintegritas tinggi. Anda mempromosikan orang yang memperlihatkan kemampuan untuk dipercaya.

  19. Anda konsisten.
  20. Untuk memiliki keunggulan integritas, anda harus memiliki konsistensi dan keterdugaan etis. Hidup anda mencerminkan keutuhan dan keselarasan antara nilai dan tindakan anda.

Memperkuat Posisi Anda

Integritas individual terbukti saat kita memilih untuk melakukan apa yang benar, tak peduli konsekwensinya : opini orang, kekayaan, ketenaran, atau kekuasaan. Untuk memeperoleh keunggulan integritas, disarankan anda mengikuti empat langkah berikut :

  1. Carilah waktu luang pribadi : carilah waktu yang tidak terganggu oleh apapun untuk melakukan evaluasi diri yang serius. Akan sangat menolong bila anda melakukannya dalam suasana yang tenang, seorang diri dan tidak merasa terburu-buru.
  2. Carilah opini ke dua….dan ke tiga : Tuliskan nama orang yang anda percayai secara tersirat dan secara total. Siapakah orang yang anda cari disaat krisis besar melanda dan anda memerlukan bantuan financial serta emosional? Siapakah orang yang anda anggap tidak akan pernah memanfaatkan diri anda, bahkan pada saat anda berada pada keadaan paling rentan ? Siapakan yang anda percayai untuk membimbing diri anda melalui keputusan yang sulit.? Tugas anda selanjutnya adalah menghubungi orang-orang yang ada dalam daftar itu dan mencari umpan balik integritas anda dari mereka.
  3. Evaluasilah lingkungan anda : Jika anda dikelilingi oleh orang yang sakit secara moral, sulit bagi anda untuk menjadi lebih baik. Luangkan waktu untuk mengevaluasi kesehatan etis dari organisasi tempat anda bernaung. Mulai dengan atasan rekan-rekan sekerja, maupun bawahan anda. Apabila organisasi belum menghargai integritas maka ada dua pilihan a) bekerja keras mengubah lingkungan kerja itu (Ini merupakan cara yang paling efektif jika anda mempunyai posisi yang berpengaruh). b) Keluar dari organisasi itu.
  4. Mulailah revolusi diri : Jika anda seperti kebanyakan orang lain, anda akan memiliki daftar panjang tentang hal-hal yang ingin diubah. Jangan pernah berfikir untuk merubah semua hal itu secara bersamaan. Sebaiknya pilih dua saja. Yang pertama adalah hal yang akan ingin anda kerjakan secara berbeda, sementara yang satunya adalah hal yang tidak ingin anda kerjakan lagi.

Sebab contoh daftar itu bisa tampak seperti ini :
1)      Saya akan menyelesaikan tugas tepat waktu dan memegang perkataan saya.
2)      Saya tidak lagi mengabaikan e-mail atau SMS/Pesan yang masuk ke telepon saya.

Demikian semoga satu diantara sekian banyak criteria itu ada yang nyangkut di diri anda. Selamet berjuang semoga bermanfaat.(Fdl).

Doaku malam ini

Hellow….,  ini dunia fren.
Ini bukan surga, sehingga yang benar harus tegak, dan bukan neraka sehingga yang salah harus dihukum.

Ini dunia, banyak setan, but eits, tidak sedikit juga malaikat.
Setan dan malaikat selalu mengarahkan kita untuk mengikutinya.
Mau ke kiri, ke kanan, lurus, belok, hadap, balik, itu pilihanmu. Itu keputusanmu.

Dunia ya, begini. Sulit, susah, gelisah, galau, senang, happy, tentram, semuanya kumpul. Kalau surga, mah, semua yang happy dan menentramkan.
Dan kalau neraka, ya…., semua yang menyengsarahkan dan menyakitkan.
Jadi jangan pernah berharap hidup kita akan selalu seperti yang kita mau, happy-happy dan tentram.

Gelisah/galau dan happy alias tentram itu diciptakan. Bukan datang dengan sendirinya.
Kitalah yang menciptakan. Keadaan boleh sulit, tapi hidup harus happy.

Zaman serba maju begini, otomatis permasalahan hidup semakin kompleks.
Jadi jangan anggap permasalahan itu adalah masalah.

Eh, lu dari tadi, ngomong gampang aja, aplikasinya fren. Mana?

Ini loh, maksudku, aku sedang menasehati diriku. Bahwa, besok dan besok seterusnya, menata diri adalah pekerjaan sulit yang harus ku lakukan. Pokoknya HARUS!

Walaupun susah, perasaan gak enak, yakinlah bahwa TUHAN itu SELALU HADIR. DIA maha penolong lagi maha mengasihi.
So, atuh…..jangan sok selesaikan masalahmu, sabar dan shalat adalah penolongmu. begitchu kataNYA.

ya ALLAH, lindungi aku dari kezaliman dan menzalimi, dari fitnah dan memfitnah, serta dari salah dan menyalahkan. Amiiin
darifitnahdanmemfitnah

RTXSIOP_232001

1

4

Perempuan dalam gambar-gambar ini adalah seorang anggota parlemen Italy bernama Licia Ronzulli, bersama putrinya Vittoria. Dia ingin sampaikan pada Parlemen, yang saat itu kebetulan sedang membahas usul untuk memperbaiki hak maupun kesempatan bagi perempuan untuk bekerja, betapa beratnya beban yang ditanggung kaum perempuan untuk menjalani karir sekaligus mengasuh anak. Vittoria putrinya dibawa ke dalam sidang-sidang Parlemen sejak berusia 1 bulan hingga 3 tahun.

Bagaimana dengan kita di Indonesia?
Penguatan perempuan di lembaga politik diharapkan bisa menjawab hak-hak perempuan di ruang publik.
Perempuan membawa anak ke kantor, hadir dalam rapat-rapat formal, maupun acara-acara resmi lainnya, mestinya mendapat apresiasi bukan sinis, sepanjang sang ibu bisa produktif dan anak bisa di handle.
Sebaliknya, larangan membawa anak ke kantor mestinya mendapat perlawanan, karena bagian dari pelanggaran hak anak dan ibu.

Pemerintah gencar kampanyekan ASI Ekslusif. Ini artinya, ibu dan anak tak boleh terpisah selama 6 bulan. Mestinya ini diiringi dengan dukungan legal formal, yakni ibu bekerja boleh membawa anak ke tempat kerja. Atau ibu bekerja akan mendapat bonus jika anak berhasil diberi ASI Ekselusif, dstnya, reward yang bisa menggairahkan ibu dan anak untuk tetap bersama.
Mengapa banyak ibu yang kurang peduli akan hak-hak si bayi? Tuntutan ekonomi atau sekadar aktualisasi diri, membuat si ibu tidak berdaya, sehingga harus memilih. Ibu multitasking, yang tidak memilih, melainkan melakukan beberapa hal dalam waktu yang bersamaan di ruang publik juga banyak.
Mestinya ibu-ibu multitasking menjadi inspiratif, sehingga tak ada waktu bagi ibu-ibu lainnya menuruti egoisme dan pesimisme, melainkan semangat dan bergairah dalam pemenuhan hak bayi/anak.

Alhamdulillah, aku bukanlah tipe ibu yang egois dan pesimis. Saat usia bayiku genap 40 hari, saat itu aku ada dinas beberapa hari di Bali, aku bawa bayiku.
Selanjutnya ketika usianya 5 bulan, aku ada dinas beberapa hari di Bandung, aku bawa bayiku. Hingga usianya 14 bulan, aku dinas di Batam, aku bawa si kecil, walaupun aku tahu saat itu masa ASI Ekslusif sudah lewat. Tentu aku selalu bawa pendamping, untuk teman berbagi mengasuh bayiku.

Yang kurasakan saat itu, anakku butuh ASI, bukan susu formula. Anakku butuh sentuhanku, bukan sentuhan siapapun, karena dia lahir dari rahimku. Hingga si kecil berusia 3 tahun, aku tetap memberinya ASI tanpa susu formula. Lidahnya sepertinya menolak aroma dan rasa Susu Formula.

Alhamdulillah, aku menikmati masa-masa kebersamaan kami. Aku sadar anak ini berhak atas nutrisi yang tepat dan kasih sayang dari ibunya.

Usia pra sekolah dan sekolah pun, aku berusaha melibatkannya dalam pekerjaanku. Namun, ketika rapat aku harus memisahkan diri darinya. Aku ragu, ada peserta rapat yang terganggu dengan kehadiran anak kecil. Namun, ketika anak menolak berpisah dariku dan menghampiriku di ruang rapat, aku tetap rapat dan merangkul anak, sehingga kami tetap sama-sama bisa produktif (aku tetap bisa konsentrasi rapat, dan si anak corat-coret atau asik dengan mainannya). Alhamdulillah sejauh ini semuanya berjalan baik.

Yang ingin ku sampaikan pada negara, jangan pisahkan ibu dan anaknya, khususnya anak usia 0 – 5 tahun. Bahkan diusia sekolah dasar pun, sepanjang ibu dan anak bisa bertanggung jawab, beri mereka kesempatan untuk bersama.

Perempuan butuh legalitas, agar beban hidupnya bisa dijawab hitam diatas putih bukan karena toleransi dan iba semata. Demikian, negara kalau mau lebih jaya, beri ruang buat ibu berkarya dan ibu mengasuh anak. Karena perempuan adalah tiang negara. Dan anak-anak yang cerdas dan bermartabat, hanya lahir dari pengasuhan ibu yang cerdas dan bermartabat pula.

sumber foto : http://www.fimadani.com/licia-ronzulli-anggota-parlemen-italia-yang-membawa-anaknya-bekerja/

Ini diaryku, untuk Nabil putraku.

Aku menulis ini, aku ingin abadikan, sehingga kelak engkau dewasa engkau bisa membacanya. Mungkin laptop mama akan rusak. Mungkin juga server blog ini rusak. Tapi mudah-mudahan, pembaca ikut menshare sehingga abadi di server-server lain. Mudah-mudahan bisa bertahan sampai kau mengerti dunia blog (internet).

Nabil (LM. Nabil Asshiddiqie), aku tidak tahu engkau akan menjadi apa 20 atau 30 tahun ke depan. Harapanku, tentu sama dengan orang tua lainnya, engkau menjadi manusia yang berguna. Engkau selalu dalam pengasuhan dan didikanku, walau kadang ada waktu yang terlepas. Mama begitu mengenal karaktermu.

Yang kutahu saat ini, diusiamu yang keenam, terlalu banyak perubahan yang engkau sadari. Engkau sadar akan tingkahmu, nak. Namun kau tidak tahu kalau sebelum ini, kau berbeda. Setiap kita bercerita, setiap mama flashback akan kelakuanmu sebelum enam tahun, engkau tersenyum, dan kembali bertanya, “iyo kah ma?”

Sebelum enam tahun, kau jadi anak yang sangat penurut. Tidak boleh jajan (aku tidak pernah memberimu uang), tidak boleh makan snack, tidak boleh minum teh gelas, tidak boleh makan gula-gula (permen), tidak boleh makan indomie (mie instan), dan tidak boleh berbohong. Ini perintah yang kau sadari, dan kau turuti.

Kadang kau ingin mencicipi makanan-makanan itu, sehingga walau jarak dan waktu memisahkan kita, kau harus menelpon sekedar minta restu, dan mama bolehkan, tapi hanya sedikit.

Tapi sekarang, semua itu kau lakukan. Aku tidak tahu, apakah ini aksi balas dendammu karena mama represif? Walau begitu, semua mama masih anggap lumrah, karena engkau sedang tumbuh. Dan mama bangga, masih banyak yang positif yang kau lakukan.

Diusiamu yang keenam, engkau semakin menjadi pusat perhatian. Setiap yang mengenalmu, bahkan baru mengenalmu, selalu tersenyum bahkan ketawa menghadapimu. Engkau yang ramah (ini karaktermu sejak engkau mengenal orang), dan engkau yang pandai bercerita (ini karakter barumu), mengajak orang bercerita, atau diajak cerita orang. Aku tidak tahu, bagaimana engkau menjadi anak yang pandai bercerita. Kami orang tuamu, bukan pemberi gen suka bercerita. Aku dan papamu tidak suka bercerita, kecuali memang penting, atau ditanya. Tapi dirimu, selalu memulai percakapan dengan orang dewasa sekalipun. Dan karaktermu inilah yang membuat orang-orang selalu merindukan kehadiranmu.

Yang ku tahu saat ini, hidupmu semakin bergairah. Makanmu sangat lahap, saking lahapnya kita selalu bertengkar, karena mama selalu menghentikan keinginan makanmu.

Disaat bercerita kepada siapapun, engkau sangat ekspresif, sehingga mimikmu bercerita mampu meyakinkan orang-orang yang mendengarkan, walaupun mama tahu sebagian kau ngarang (mama tidak mau menyebutmu berbohong, engkau hanya sedang tumbuh, nak).

Engkaupun sangat terbuka. Setiap yang ada dipikiranmu, dihatimu, selalu engkau utarakan, tak ada yang tersimpan. Sampai-sampai gadis 5 tahun yang baru beberapa jam kau kenal di Bandung (24 Juli 2013), langsung kau ajak kawin (mati akal gw).

Yang membuatku makin bahagia, pikiranmu kadang 2 – 3 langkah ke depan untuk anak-anak seusiamu. Engkau kadang sudah mengakali jawaban apa yang akan diberi jika pertanyaannya menganggumu, atau bahkan tidak membuatmu nyaman. Itu kau lakukan ke orang lain, tidak ke mama (sepengetahuan, mama), karena begitulah cerita orang-orang ke mama.  Banyak cerita yang membuktikan itu, tapi terlalu pribadi, jadi biarlah mama simpan dan mudah-mudahan bisa mama share langsung padamu saat kau mengerti.

Ah, sudahlah! Yang ku tau saat ini, kau makin hebat. Tapi satu yang membuatku sangat terganggu, kau juga makin pelit. Aduh, ini penyakit yang sangat bebahaya, Mama anti manusia kayak begini. Tapi mudah-mudahan sifat ini hanya egomu karena faktor usiamu saja. Semoga engkau dewasa menjadi anak yang soleh, hidupmu penuh berkah, dan penuh perhatian pada sesama. Aamiin…

image002

Sejak berlakunya UU No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, berbondong-bondong daerah kemudian menerbitkan Perda untuk lebih melegitimasi (dalam arti sebagai peraturan operasional) salah satu pasal dalam undang-undang tersebut yang mengatur soal batas waktu pelaporan kelahiran serta akibat hukumnya jika tidak dilaporkan dalam jangka waktu tertentu.

Pada intinya, diatur bahwa pelaporan kelahiran yang melampaui batas waktu 60 (enam puluh) hari sampai dengan satu tahun sejak tanggal kelahiran, pencatatan dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan Kepala Instansi Pelaksana setempat berdasarkan penetapan pengadilan negeri.

Inilah awal munculnya salah satu “bencana” administrasi kependudukan. Betapa tidak, tarif yang ada di setiap pengadilan negeri berbeda-beda, mulai 150 ribu hingga 500 ribu, tergantung dengan siapa berurusan, dan lokasi tempat tinggal pemohon.

Bagi masyarakat kita yang cukup mampu, angka tersebut bukanlah hal yang sulit.  Termasuk dalam hal pemenuhan persyaratan berkas administrasi.  Namun lain cerita bagi rakyat kita yang memiliki kemampuan ekonomi terbatas. Alih-alih mampu memenuhi segala persyaratan pembuatan akta kelahiran, biaya kelahiran dan pasca kelahiran saja mereka harus memutar otak, banting tulang, peras keringat, agar semuanya bisa terpenuhi, itupun masih menggunakan jasa/pelayanan paling minimal, atau bahkan dibawah minimal.

Namun, alhamdulillah kini para orang tua bisa bernapas lega. Mahkamah Konstitusi dalam putusannya 30 April 2013 lalu, telah membatalkan norma yang mengatur pencatatan kelahiran yang melampaui batas waktu 1 (satu) tahun dilaksanakan berdasarkan penetapan pengadilan negeri  (Pasal 32 ayat (2) UU No. 23 tahun 2006).

Norma tersebut dianggap bertentangan dengan UUD N RI tahun 1945. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi berurusan dengan pengadilan, melaikan cukup berurusan dengan catatan sipil setempat.

Do’a Khatam Al-Qur’an

Ya Allah rahmatilah aku dengan al-Qur’an dan jadikanlah al-Qur’an itu untukku
sebagai imam, cahaya, petunjuk, dan rahmat.Ya Allah, ingatkanlah aku ketika aku lupa darinya, dan berikanlah pengetahuan atas kebodohanku, dan berikanlah rezeki kepadaku dengan membacanya sepanjang malam dan siang, dan jadikanlah al-Qur’an itu sebagai hujja (penjelas) bagiku wahai Tuhan Pemelihara Alam.

Ya Allah, berikanlah kemaslahatan kepadaku, agamaku yang mana agama itu menjadi peneguh (penguat) dalam urusanku. Dan berikanlah kamaslahatan untuk duniaku karena dunia itu merupakan tempat hidup dan kehidupanku. Dan berikanlah kemaslahatan untuk akhiratku, karena akhirat merupakan tempat kembalinya aku. Dan jadikanlah kehidupanku untuk menambah kebaikanku. Dan jadikanlah kematianku akhir dari segala perbuatan burukku.

Ya Allah jadikanlah kebaikan diakhir umurku, dan jadikanlah sebaik-baiknya amal perbuatan diakhir hayatku, dan sebaik-baiknya hari ketika aku bertemu dengan-Mu.

Ya Allah, sesungguhnya aku meminta padamu kehidupan yang menyenangkan, kematian yang nyaman, dan tidak dikembalikan pada tempat yang hinda dan buruk.

Ya Allah, aku meminta kepada-Mu perkara yang baik, permintaan yang baik, kemenangan yang baik, pengetahuan yang baik, perbuatan yang baik, pahala yang baik, kehidupan yang baik, dan kematian yang baik. Tetapkanlah (teguhkan) aku, beratkanlah timbanganku, kuatkanlah imanku, angkatkan derajatku, terimalah shalatku, ampunilah kesalahanku, dan aku meminta kepada-Mu tempat yang tinggi lagi muli di surga. Aamiin.

Dari Yusuf Mansur Network

Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridlaan suami terhadap istrinya. Jikalau suamimu tidak ridla denganmu tidaklah akan aku doakan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah, bahwa ridla suami itu dari Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?

Ya Fathimah, apabila seorang perempuan mengandung janin dalam rahimny

a, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Apabila ia mulai sakit melahirkan, maka Allah mencatatkan untuknya pahala orang -orang yang berjihad pada jalan Allah yakni perang sabil. Apabila ia melahirkan, maka keluarlah dari dirinya dosa-dosanya seperti ketika ia di lahirkan. Dan apabila ia meninggal, tiadalah ia meninggal dalam keadaan berdosa sedikitpun

Kalau mau diukur dengan materi, berapa rupiah yang dikeluarkan sebuah hotel hanya untuk mengatur tata ruang, mencuci sprei, dan memasak? Apalagi ibu yang mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga, semestinya mendapat gaji yang besar. Sebagai informasi, menginap semalam saja disalah satu hotel di Bali, ada yang mematok harga Rp 10 hingga Rp 50 juta. Kalau diibaratkan rumah kita seperti hotel seperti dijelaskan di atas, maka ibu rumah tangga yang mengurusnya juga bisa dikatakan sebagai seorang profesional. Tinggal di sini kita harus mengasah diri dengan ilmu dan ketrampilan sehingga kita mampu membuat rumah kita bagai sebuah surga buat suami dan anak anak kita.

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu. Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang orang jahiliah yang dahulu…..(QS:Al-Ahzab:33).

Wanita pemimpin atas rumah suaminya dan atas anak anaknya (Muttafaqalaih).

Ayat dan hadits ini jelas sekali bahwa rumah adalah tempat yang terhormat bagi wanita. Karena dari rumahlah generasi-generasi Islam akan dibangun. Kokohnya suatu bangsa tergantung kokohnya keluarga. Maka tak sepantasnya rasa malu dan minder menghinggapi para ibu rumah tangga karena Allah telah menjamin pahala yang besar untuk mengganti kelelahannya.

Rasulullah SAW berkata pada anandanya untuk menghiburnya ketika melihat Fatimah bersedih dan hendak meminta pembantu untuk meringankan pekerjaan rumah tangganya. Jika Allah SWT menghendaki wahai Fatimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki di tuliskannya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh-Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat.

Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridlaan suami terhadap istrinya. Jikalau suamimu tidak ridla denganmu tidaklah akan aku doakan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah, bahwa ridla suami itu dari Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?

Ya Fathimah, apabila seorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Apabila ia mulai sakit melahirkan, maka Allah mencatatkan untuknya pahala orang -orang yang berjihad pada jalan Allah yakni perang sabil. Apabila ia melahirkan, maka keluarlah dari dirinya dosa-dosanya seperti ketika ia di lahirkan. Dan apabila ia meninggal, tiadalah ia meninggal dalam keadaan berdosa sedikitpun.(*)